Tuesday, February 25, 2014

MANFA'ATKAN WAKTU LUANG KITA

* MANFA'ATKAN WAKTU LUANG KITA *

Tak ada sebuah hadiah yang begitu berarti buat seorang mukmin sepanjang
hidupnya melebihi kematian. Itulah hadiah Allah yang hanya mampu
diterjemahkan oleh mereka yang begitu rindu dengan Kekasihnya yang
sejati. Dunia, seberapa pun indahnya, tak lebih dari penjara yang
membelenggu diri dalam ketidaknyamanan dan keterpaksaan.
***
Hidup dan kematian seolah dua lembah yang saling berpisah. Satu sama
lain seperti tak berhubungan. Sebagian orang pun mengatakan,
bersenang-senanglah di lembah yang satu. Dan, jangan pedulikan lembah
lainnya. Padahal, hidup dan kematian tak ubahnya seperti dua pintu dalam
satu ruang. Orang tak akan paham makna hidup, sebelum ia merasai
bagaimana kematian.
***



Seperti itulah ungkapan Rasulullah saw dalam sebuah hadits riwayat Ibnu
Abid Dunya, Thabarani dan Hakim. “Hadiah yang pelik untuk seorang mukmin
ialah kematian.”
***
Sayangnya, tak sedikit manusia yang lebih cinta dengan dunia pura-pura.
Mereka pun berkhayal, andai kepura-puraan bisa buat selamanya. Bisa
berpuas diri dengan aneka lakon dan peran. Tanpa disadari, kecintaan itu
pun berujung pada kebencian. Benci pada kematian.
***
Itulah kematian. Ia bagaikan garis pemisah antara panggung kepura-puraan
dengan kehidupan yang sebenarnya. Garis yang memisahkan aneka lakon dan
peran dengan sosok asli seorang manusia. Garis yang akhirnya menyatakan
kesudahan segala peran dan dikembalikannya segala alat permainan.
***
Allah swt menggambarkan orang-orang yang lari dari kematian. Seperti
dalam firmanNya di surah Al-Jumu’ah ayat 8, “Katakanlah: kematian yang
kamu lari daripadanya itu sesungguhnya akan menemui kamu, kemudian kamu
akan dikembalikan kepada Tuhan Maha Tahu hal yang tersembunyi dan yang
terang, lalu diberitakanNya kepada kamu apa yang telah kamu kerjakan.”
***
Ketakutan adalah alasan yang paling lumrah buat mereka yang tetap lari
dari kematian. Banyak alasan kenapa harus takut. Pertama, mereka takut
berpisah dengan kehidupan. Bagi mereka, perpisahan ini berarti usai
sudah pesta kenikmatan. Karena kehidupan sudah terlanjur mereka
terjemahkan sebagai kenikmatan. Hanya kenikmatan.
***
Kedua, ada ungkapan batin yang tidak mereka sadari. Bahwa, mereka enggan
berjumpa dengan Allah. Sebagaimana, mereka selalu menghindar dari
perjumpaan dengan Allah dalam ibadah yang mereka lakukan. Keengganan itu
sebenarnya bukan cuma milik mereka. Karena Allah pun enggan bertemu
mereka, sebagaimana mereka enggan bertemu Allah.
***
Rasulullah saw menjelaskan hal itu dalam hadits riwayat Bukhari dan
Muslim. “Barangsiapa yang benci bertemu dengan Allah, maka Allah juga
benci bertemu dengan orang itu.”
***
Keengganan itu sangat bertolak belakang dengan kerinduan yang
diungkapkan seorang sahabat Rasul, Hudzaifah. Ketika tak lama lagi ajal
kematian menyambang, beliau r.a. berujar, “….Ya Allah, jika Engkau
mengetahui bahwa kemiskinan itu lebih baik bagiku daripada kekayaan,
sakit itu lebih baik daripada kesehatan, dan mati itu lebih membuatku
bahagia daripada hidup, maka permudahkanlah kematian itu untukku.
Sehingga aku dapat bertemu dengan-Mu.”
***
Ketiga, boleh jadi ketakutan terhadap kematian lebih karena
ketidaktahuan. Persis seperti anak kecil yang lari ketika diminta mandi.
Karena yang diketahui anak tentang mandi tak lebih dari dingin, dipaksa
ibu, dan berhenti dari permainan. Begitu pun tentang kematian. Kematian
bagi mereka tak lebih dari rasa sakit, berpisah dengan keluarga, harta
dan jabatan; serta rasa kehinaan ketika jasad terkubur dalam tanah.
***
Di situlah perbedaan mendasar antara hamba Allah yang baik dengan yang
buruk. Abdullah bin Umar pernah mendapat pelajaran tentang kematian dari
Rasulullah saw. “Aku mendatangi Nabi saw sebagai orang yang kesepuluh
dari sepuluh yang mendatangi Rasul. Kemudian, ada seorang dari kaum
Anshar bertanya, ‘Siapakah orang yang paling pandai dan mulia, ya
Rasulullah?’ Beliau saw menjawab, ‘Yaitu, orang yang terbanyak ingatnya
kepada kematian, dan yang paling siap menghadapi kematian. Itulah
orang-orang yang akan pergi dengan kemuliaan dunia dan akhirat.” (HR.
Ibnu Majah)
***
Bagi hamba Allah, tak ada kemuliaan apa pun dari tetap menjaga
ingatannya dengan kematian. Bahkan, seorang yang berada pada puncak
kekuasaan sekalipun. Setidaknya, itulah yang hendak diungkapkan seorang
Khalifah Umar bin Abdul Aziz. Hampir sepanjang usia kekuasaannya, tak
pernah ia lewatkan satu malam pun untuk mengingat kematian. Caranya
begitu manis. Ia panggil para pakar fikih, lalu satu sama lain saling
mengingatkan tentang kematian, hari kiamat, dan kehidupan akhirat.
Kemudian, semuanya pun menangis. Seakan-akan, di samping mereka ada
jenazah yang sedang ditangisi.
***
Itulah mungkin, kenapa Khalifah yang punya kekuasaan luas ini menjadi
sosok yang terpuji. Semasa kekuasaannya, hampir tak satu pun rakyatnya
yang mengeluh. Mereka hidup sejahtera. Dan inilah sebuah bukti, betapa
hidup Umar bin Abdul Aziz begitu berarti ketika kematian menjadi
pengingat sejati.
***
Jadi, kehidupan dan kematian tak lagi menjadi dua lembah yang saling
terpisah. Kematian mengingatkan kehidupan agar tetap menjadi sesuatu
yang berarti. Bahkan, teramat berarti. Dan kehidupan mengingatkan
kematian sehingga menjadi sesuatu yang dinanti. Kematian mendidik
kehidupan, dan kehidupan merindukan kematian.

MENCINTAIMU DENGAN KESUCIAN HATIKU

MENCINTAIMU DENGAN KESUCIAN HATIKU

Aku tak sanggup mencintaiMu seperti Abu bakar,
yang menyedekahkan seluruh hartanya dan hanya
meninggalkan Engkau dan RasulMu bagi diri dan keluarga.
Atau layaknya Umar yang menyerahkan separo harta demi jihad.
Atau Utsman yang menyerahkan 1000 ekor kuda untuk syiarkan dienMu.
***
Izinkan aku mencintaiMu,
melalui seratus-dua ratus perak yang terulur pada tangan-tangan kecil di
perempatan jalan,
pada wanita-wanita tua yang menadahkan tangan di pojok-pojok jembatan.
Pada makanan-makanan sederhana yang terkirim ke handai taulan.
***
Ilaahi, aku tak sanggup mencintaiMu dengan khusyuknya shalat salah seorang
shahabat NabiMu
hingga tiada terasa anak panah musuh terhunjam di kakinya.
Karena itu Ya Allah, perkenankanlah aku tertatih menggapai cintaMu,
dalam shalat yang coba kudirikan terbata-bata,
meski ingatan kadang melayang ke berbagai permasalahan dunia.
***
Robbii, aku tak dapat beribadah ala para sufi dan rahib,
yang membaktikan seluruh malamnya untuk bercinta denganMu.
Maka izinkanlah aku untuk mencintaimu dalam satu-dua rekaat lailku.
Dalam satu dua sunnah nafilahMu. Dalam desah napas kepasrahan tidurku.
***




Yaa, Maha Rahmaan,
Aku tak sanggup mencintaiMu bagai para al hafidz dan hafidzah,
yang menuntaskan kalamMu dalam satu putaran malam.
Perkenankanlah aku mencintaiMu, melalui selembar dua lembar tilawah
harianku.
Lewat lantunan seayat dua ayat hafalanku.
***
Yaa Rahiim
Aku tak sanggup mencintaiMu semisal Sumayyah,
yang mempersembahkan jiwa demi tegaknya DienMu.
Seandai para syuhada, yang menjual dirinya dalam jihadnya bagiMu.
Maka perkenankanlah aku mencintaiMu dengan mempersembahkan
sedikit bakti dan pengorbanan untuk dakwahMu.
***
Maka izinkanlah aku mencintaiMu dengan sedikit pengajaran
bagi tumbuhnya generasi baru.
***
Allahu Kariim, aku tak sanggup mencintaiMu di atas segalanya,
bagai Ibrahim yang rela tinggalkan putra dan zaujahnya,
dan patuh mengorbankan pemuda biji matanya.
Maka izinkanlah aku mencintaiMu di dalam segalanya.
Izinkan aku mencintaiMu dengan mencintai keluargaku,
dengan mencintai sahabat-sahabatku, dengan mencintai manusia dan alam
semesta.
Allaahu Rahmaanurrahiim, Ilaahi Rabbii
***
Perkenankanlah aku mencintaiMu semampuku.
Agar cinta itu mengalun dalam jiwa. Agar cinta ini mengalir di sepanjang
nadiku.~***~

AYAT-AYAT MOTIFASI


Kesadaran bahwa Anda belum tahu semuanya akan membuka peluang untuk berkembang. Sebaliknya, merasa sudah tahu semua akan menutup diri dari perbaikan.
****
Jika Anda cendrung ingin berbisnis tanpa modal (uang), maka Anda harus kreatif menciptakan nilai tambah dan menjalankan roda bisnis dengan baik dari aset apa pun yang sdh Anda miliki saat ini. Namun, jangan pernah jadi mental gratisan, karena Anda akan kehilangan peluang untuk berusaha menjadi mampu membeli.
*****
Arti sukses itu tidak relatif, yaitu meraih apa yang Anda inginkan. Yang relatif adalah kesuksesan di dunia, karena setiap orang memiliki keinginan yang berbeda. Sukses hakiki itu sama bagi setiap orang beriman, yaitu meraih ridla Allah dan mendapatkan syurga-Nya.
*****
Masalah adalah sebuah anugrah Dimana kita bisa mendapatkan hikmah dan memberikan inspirasi untuk bertindak.
******
Buang keyakinan bahwa hanya ada satu cara dan  satu-satunya cara yang benar,  yaitu cara yang sedang Anda lakukan saat ini. Ada cara lain yang lebih baik, hanya saja Anda belum mengetahui caranya. Untuk itu Anda harus belajar terus untuk memperbaiki cari Anda bekerja secara terus menerus.
******
Yang diperlukan adalah bagaimana Anda menghadapi rintangan tersebut, apakah Anda mau berusaha mengatasinya atau dijadikan alasan untuk  berhenti atau menyerah.
*****
Semua orang akan menghadapi rintangan, termasuk mereka yang sudah sukses saat ini. Bedanya, orang yang sukses mampu mengatasi rintangan itu.
****
Dengan pikiran yang positif, dan optimisme yang tinggi, Anda akan siap menghadapi perubahan. Pikiran Anda akan menentukan tindakan Anda. Saat Anda optimis, maka Anda akan bertindak untuk menyongsong perubahan.
*****
Anda akan menjadi orang yang tersisihkan jika tidak siap menghadapi perubahan.
*****
Kritis itu bukan hanya mampu melihat kesalahan yang tidak terlihat juga mampu melihat kebenaran yang tidak terlihat. Kritis itu bukan hanya mampu menganalisa berita yang ada, tetapi mampu mendeteksi berita-berita yang disembunyikan. Jangan hanya kritis terhadap para pejabat, juga perlu kritis terhadap media, sebab media tidak dijamin benar.
*****
Jangan dulu mengatakan “tidak mampu” sebelum Anda berusaha menjadikan diri Anda mampu.
*****
Sering kali, kita mengatakan “tidak mungkin” padahal, kita hanya belum mengetahui caranya.
****
Saya mengimani bahwa pencipta alam semesta ini adalah Ilah Yang Maha Bijaksana, Maha Kuasa, Maha Mengetahui serta berdiri sendiri. Dengan bukti bahwa alam semesta ini begitu indah, akurat dan serasi. Setiap bagiannya membutuhkan bagian yang lain. Tidak mungkin alam ini bisa bertahan tanpa pengendalian dari Allah Yang Maha Tinggi dan Maha Kuasa. Maka, tidak ada yang perlu kita takutkan, jika kita bersama Allah. Harapan itu selalu ada.
*****
Kenapa mengeluh karena sulit? Dalam hidup ini, kita akan menghadapi kesulitan. Semua orang menghadapinya. Disiplin, sabar, tekun, dan komitmen memang sulit, tetapi itu semua diperlukan untuk hidup yang lebih baik. Jangan mengeluh sulit, tetapi tingkatkan kualitas diri Anda agar sanggup melakukannya.
*****
Seringkali orang tidak menemukan solusi karena pikirannya tertutup terhadap solusi baru. Berpikir terbuka, tetap kritis, dan berpikir positif.
*****
Teruslah mencari ide untuk Anda aplikasikan. Sebab masih ada ide-ide hebat yang belum Anda temukan. Satu diantara ide-ide itu, mungkin akan mengubah hidup Anda menjadi lebih baik, lebih sukses, dan lebih hebat. Inspirasi ada dimana-mana.
*****
Jangan ragu untuk menyenangkan orang, karena Anda akan senang. Jangan ragu untuk memberi semangat kepada orang lain, karena Anda akan semangat juga. Jangan ragu untuk mendoakan keberhasilan orang lain, karena Anda akan mendapatkannya juga.
*****
Sukses hanya bagi orang yang tetap semangat meski halangan dan rintangan di depan mata.
*****
Saat Anda melakukan sesuatu dan gagal, Anda mendapatkan hikmah. Jika tidak melakukan apa2 artinya Anda kalah oleh rasa takut.
*****
Potensi Anda itu luar biasa besar. Tidak perlu bertanya sejauh mana potensi manusia, tetapi tanyakan sejauh mana Anda berusaha mengoptimalkan potensi diri yang dahsyat itu. Potensi kita adalah  nikmat dari Allah yang harus kita syukuri.
*****
Bismillah, mari kita awali hari dengan penuh harap bahwa Allah akan  memberikan yang terbaik bagi kita.
*****
Ambillah hikmah dari masa lalu. Tataplah masa depan dengan penuh optimis karena Allah akan membantu kita.
*****
Banyak orang yang tidak bertindak karena takut gagal, padahal tidak bertindak adalah kegagalan yang jelas sudah terjadi.
*****
Kesempurnaan hanya milik Allah. Kita tidak perlu menjadi sempurna karena memang tidak bisa. Lakukan saja yang terbaik!
*****
Salah satu cara menggali potensi kita, tantanglah diri untuk melakukan yang luar biasa!
*****
Jangan pernah merasa putus asa. Jangan katakan, “Mau apa lagi?” Masih banyak ide menunggu Untuk Anda gali dan aplikasikan. Kreatiflah!
*****
Salah satu karakter orang malas, dia akan cari alasan agar tidak memiliki impian yang tinggi, sebab dalam pikiran bawah sadarnya dia tahu harus bekerja keras dalam meraih impian.
Miliki impian yang tinggi, pantaskan diri untuk meraihnya, kondisikan linkungan agar kondusif, tawakal dan sabar menerima hasilnya. Ini akan mengubah kualitas diri Anda.
*****
Miliki impian yang tinggi, sebab impian akan membangkitkan motivasi Anda untuk bertindak.
*****
Anggapan orang lain terhadap diri Anda bukanlah kenyataan diri Anda sebenarnya. Jangan rendah diri karena anggapan negatif, janganlah sombong karena pujian. Tetaplah percaya diri bahwa Anda memiliki potensi dahsyat dan berusaha untuk mengoptimalkan potensi Anda.
*****
Saat hasil tidak sesuai yang kita harapkan, artinya ada hal yang harus diperbaiki pada diri Anda. Bukan menyalahkan orang lain.
*****
Jika kita hanya melakukan yang bisa saja, maka kita hanya melakukan yg biasa saja, dan kita akan mendapatkan yang biasa saja. Cobalah melakukan sesuatu yang di luar Zona Nyaman Anda, maka Anda akan mendapatkan hasil yang berbeda. Jangan katakan “tidak bisa”, lebih baik belajar cara melakukannya dan lakukan. Maka Anda akan “bisa”.
*****
Lingkungan memang bisa mempengaruhi Anda, namun yang lebih menentukan adalah sikap Anda sendiri.
*****
Besarnya masalah yang dihadapi bangsa ini, seolah tidak ada solusi lagi adalah ujian bagi kita. Sejauh mana Anda yakin akan kebesaran Allah, bahwa solusi itu ada, bahwa harapan itu masih ada. Ibrahim berkata: “Tidak ada orang yang berputus asa dari rahmat Tuhan-nya, kecuali orang-orang yang sesat“. (QS Al Hijr:56)
*****
Masalah akan terasa kecil saat sadar bahwa kita bersama Allah Yang Maha Besar. Lalu, kenapa masalah terasa besar? Mungkin kau masih jauh dari Allah. Maka, mendekatlah kepada-Nya sehingga tidak ada lagi yang perlu ditakutkan.
*****
Allah selalu disisimu Insya Allah ada jalan Jangan menyerah Tak ada yang perlu ditakuti kecuali takut kepada Allah.
*****
Ilmu itu bukan sebatas apa yang ada di kepala Anda. Jika Anda melihat sesuatu yang tidak sesuai dengan pikiran Anda, jangan protes dulu, pelajari dulu ilmunya. Berbicaralah/bertindaklah dengan ilmu, bukan dengan jawa nafsu.
*****
Akan lebih bijak jika kita mengatakan “tergantung mana yang baik dan benar”, BUKAN “tergantung diri kita masing-masing”, karena belum tentu baik dan benar. Satu kriteria penilai kebaikan dan kebenaran adalah ajaran Islam: Al Quran dan hadits.
*****

Saat kondisi tidak sesuai dengan yang kita inginkan, maka yang diperlukan adalah berjuang untuk memperbaikinya. Dan, bersabar dalam perjuangan itu. Bukan mengeluh, karena tidak akan pernah memperbaiki keadaan.

Saturday, February 15, 2014

KATA MUTIARA ISLAMI

Jangan kamu saling dengki dan iri dan jangan pula mengungkit keburukan orang lain.
Jangan saling benci dan jangan saling bermusuhan serta jangan saling menawar lebih tinggi atas penawaran yang lain.
Jadilah hamba-hamba Allah yang bersaudara.
Seorang muslim adalah saudara muslim lainnya dengan tidak menzhaliminya, tidak mengecewakannya, tidak membohonginya dan tidak merendahkannya.

Sesungguhnya Letak takwa ada di dalam muslim yang benar-benar beriman kepada Allah.
Seorang patut dinilai buruk bila merendahkan saudaranya yang muslim.
Seorang muslim haram menumpahkan darah, merampas harta, dan menodai kehormatan muslim lainnya.




Apabila Allah menghendaki kebaikan bagi suatu kaum maka dijadikan pemimpin-pemimpin mereka orang-orang yang bijaksana.
dan dijadikan ulama-ulama mereka menangani hukum dan peradilan.
Juga Allah jadikan harta-benda di tangan orang-orang yang dermawan.

Namun, jika Allah menghendaki keburukan bagi suatu kaum maka Dia menjadikan pemimpin-pemimpin mereka orang-orang yang berakhlak rendah. 
DijadikanNya orang-orang dungu yang menangani hukum dan peradilan, dan harta berada di tangan orang-orang kikir.




Apabila Allah Yang Maha Agung melimpahimu kekayaan,
dan kekayaan itu memalingkanmu dari kepatuhan kepadaNya,
niscaya Ia memisahkanmu dari Nya di dunia dan di akhirat.
Mungkin juga Ia mencabut kurniaNya darimu,

menjadikanmu papa dan melarat, 
sebagai hukuman atas kepalinganmu dari Sang Pemberi,
 dan keterpesonaanmu akan kurniaNya.

Tetapi, bila kau senantiasa patuh kepadaNya,
dan tak terpengaruh oleh kekayaan itu,
Allah akan menambahkan kurniaNya kepadamu,
 dan sedikit pun takkan menguranginya.

Harta adalah abdimu,
dan kau adalah abdi Sang Raja.
Kerana itu, hidup di dunia ini berada di bawah kasih sayangNya,
dan hidup di akhirat terhormat dan abadi, bersama-sama para shiddiq, para syahid, dan para shaleh.




Ya Allah. Aku memohon kepada Engkau keselamatan dalam agama,kesehatan dalam tubuh, bertambah ilmu, keberkahan dalam rezeki,taubat sebelum mati, rahmat ketika mati dan ampunan sesudah mati.Ya Allah, Mudahkanlah kami ketika sekaratul maut,
lepaskanlah dari api neraka, dan mendapat kemaafan ketika dihisab.Ya Allah. Janganlah Engkau goncangkan hati kami setelah mendapat petunjuk,berilah kami rahmat dari sisi Engkau, sesungguhnya Engkau Maha Pemberi.Ya Allah. Tuhan kami, berilah kami kebajikan di dunia,
kebajikan di akhirat dan peliharalah kami dari adzab api neraka. Amin Ya Allah.



Aku memohon ampun kepada-Mu atas penghianatanku terhadap janji-Mu padaku, 
dan aku mohon ampun kepada-Mu atas pelanggaran terhadap sesuatu yang terlarang. 
Aku memohon ampun kepada-Mu atas segala nikmat pemberian-Mu kepadaku, 
kemudian aku menyalahgunakannya pada perbuatan durhak. 

Aku memohon ampun kepada-Mu atas segala dosa yang tiada pengampunannya kecuali Engkau, 
dan tidak menampakkannya kepada seseorangpun selain kepada-Mu, 
dan tidak melapangkannya kecuali rahmat dan santunan-Mu, 
dan tidak dapat selamat darinya kecuali atas ampunan-Mu. 

Aku mohon ampun kepada-Mu dari setiap sumpah yang aku langgar, 
dan aku memohon ampun kepad-Mu hai Dzat Yang Tiada Tuhan lain kecuali Engkau, 
Yang mengetahui barang gaib dan nyata, 
dari setiap kejahatan yang aku lakukan di siang hari bolong ataupun di malam gelap gulita, 

tersembunyi atau terang-terangan. 
Engkau senantiasa melihat aku, setiap aku melakukan maksiat pasti Engkau melihatnya, 
baik perilaku yang aku sengaja, salah ataupun lupa, 
hai Dzat Yang Penyantun lagi Pemurah. 

Aku mohon ampun kepada-Mu yang tiada Tuhan lain kecuali Engkau, 
Maha Suci Engkau bahwasanya aku menganiaya diri, 
Ya Allah Tuhanku ampunilah aku dan kasihanilah serta terimalah taubatku, 
Engkau sebaik-baik Pengasih.